21 GUN - GREENDAY

Do you know what’s worth fighting for,
When it’s not worth dying for?
Does it take your breath away
And you feel yourself suffocating?
Does the pain weigh out the pride?
And you look for a place to hide?
Did someone break your heart inside?
You’re in ruins.

One, 21 guns
Lay down your arms
Give up the fight
One, 21 guns
Throw up your arms into the sky,
You and I

When you’re at the end of the road
And you lost all sense of control
And your thoughts have taken their toll
When your mind breaks the spirit of your soul
Your faith walks on broken glass
And the hangover doesn’t pass
Nothing’s ever built to last
You’re in ruins.

One, 21 guns
Lay down your arms
Give up the fight
One, 21 guns
Throw up your arms into the sky,
You and I

Did you try to live on your own
When you burned down the house and home?
Did you stand too close to the fire?
Like a liar looking for forgiveness from a stone

When it’s time to live and let die
And you can’t get another try
Something inside this heart has died
You’re in ruins.

One, 21 guns
Lay down your arms
Give up the fight
One, 21 guns
Throw up your arms into the sky.

One, 21 guns
Lay down your arms
Give up the fight
One, 21 guns
Throw up your arms into the sky.

You and I.

Read More..

20 Cara Mengatasi Patah Hati OK icon

Kamu putus sama pacar kamu and badan rasanya lunglai

Seperti juga hati kamu yang hancur berkeping-kepingDispleasure icon.

Sambil berusaha meyakinkan diri kamu bahwa masih banyak

"someone" else yang lebih keren di dunia ini,

percepatlah proses penyembuhan dengan saran-saran membangun ini.

  1. MENANGISLAH! Tear icon
  2. Angkat tinju tinggi-tinggi dan sesali diri: "Kok saya?". Jatuhkan diri ke lantai dan pukullah lantai dengan penuh perasaan: "Masa sih akhirnya hanya begini saja?" Kalau perlu, kamu mengamuk dan sambunglah dengan cucuran air mata sambil menangisi kejamnya perbuatan umat manusia. Kalau kamu nggak bisa nangis, sewa film English Patient biar air mata mengalir deras.

  1. BIARKAN KESEDIHAN MELANDA Weeping icon
  2. Kamu boleh berduka cita. Ini lebih baik daripada memendam perasaan. Hanya saja, cobalah untuk tetap bersikap anggun. Jangan keliatan murung di hadapannya. Berakting sedih seperti pemain sinetron tidak ada pengaruhnya bagi orang lain.

  3. CERITAKAN KESEDIHAN KAMU Prayer icon
  4. pada teman dekat atau keluarga. Kalau kamu bilang nggak ada seorang pun yang memahami situasinya, kamu salah besar. Kita semua pernah mengalami trauma putus cinta, jadi kita semua mengerti dan ingin melupakannya. Tapi jangan muntahkan perasaanmu pada semua orang yang kamu temui. Asal tahu saja, banyak orang sering tidak peduli dengan perasaan orang lain.

  5. JANGAN KHAWATIR Negation icon
  6. jika dia bertingkah seolah-olah berhasil mengangkat 10 ton beban dari pundaknya. Pria membutuhkan waktu lebih lama untuk mengakui dengan terus terang mengenai perasaannya. Cepat atau lambat dia akan memperlihatkannya juga. Untuk sementara, kamu boleh ngerasa senang.

  7. JAUHKAN DIRI KAMU DARINYA Discontent icon
  8. kalau itu membuatmu merasa lega. Asal aja kamu ingat-ingat lagi sulitnya untuk berlagak cuek pada saat kamu lagi butuh.

  9. IKUTLAH LATIHAN KEBUGARAN Pirate icon
  10. Aliran endorfin akan menaikkan semangat kamu dan siapa tahu kecengan cakep yang tersenyum lagi aerobik itu akan melambungkan hati kamu.

  11. MULAILAH UNTUK MEMBACA BUKU Detective icon
  12. Susahnya kalau kehilangan kekasih adalah hilangnya seseorang untuk dirangkul. Membaca buku bermutu sebelum tidur, ternyata merupakan cara lebih ampuh.

  13. NIKMATI BENDA-BENDA Fear icon
  14. yang dibenci dia semasa kamu masih bersamanya. Bakarlah minyak aromaterapi dengan bau yang keras, konsultasilah dengan psikolog, masaklah makanan vegetarian atau pakai pakaian yang kamu suka tanpa takut dikritik.

  15. POTONGLAH RAMBUT KAMU Indifference icon
  16. Secara simbolis memotang rambut berarti mengangkat beban dari pundak atau memulai sesuatu yang baru.

  17. GANTI PARFUM KAMU Online icon
  18. Kamu nggak memerlukan lagi bau-bauan yang biasanya mengingatkan kembali pada hari-hari yang indah bersamanya.

  19. HABISKAN WAKTU BERSAMA TEMAN-TAMAN Mystique icon
  20. Nikmatilah bergaul seperti masa-masa ABG dulu. Belief it, kamu bakal ngerasa lebih tenang setelah mendengat cerita sedih yang juga dialami teman-teman.

  21. BERSIKAPLAH ASEKSUAL Free for chat icon
  22. dan hindari lawan jenis untuk sementara waktu. Cara ini akan melancarkan jalan kamu menuju ketenangan emosi. Tapi kalau kamu nggak bisa melupakan keinginan untuk bermesraan dengan sang mantan, anggap saja itu hal yang biasa. Putus cinta sudah pasti membuat orang lebih rindu. Kalau akhirnya kamu bisa bertemu lagi, bukan pertanda anda kembali menjalin hubungan yang sudah gagal itu.

  23. BERPIKIRLAH SECARA MATANG Laugh icon
  24. Yakinkan diri kamu kalau kejadian itu memang harus terjadi. Percaya pada kemampuan diri sendiri, itulah cara untuk menyembuhkan perasaan. Luapan kegembiraan tidak harus selalu berakhir di pelaminan. Putus cinta memang menyakitkan, tetapi tidak separah perceraian.

  25. BUATLAH DUA DAFTAR BERBEDA Indifference icon
  26. Pada satu daftar, catatlah apa yang bikin kamu nggak bahagia dalam hubungan kalian. Kemudian, pada daftar satunya lagi, tuliskan apa yang kamu harapkan dari sebuah hubungan. Pakailah kedua daftar itu untuk membantu menghilangkan pola pikir negatif anda, yaitu adanya perasaan di tolak oleh si dia.

  27. DENGARKAN Mouth icon
  28. jika teman-teman baik membeberkan kekurangan-kekurangan mantan kamu dan membantu kamu untuk memandang dia lebih realistis. Tetapi jangan teruskan pembicaraan yang bersifat ‘penuh kebencian’.

  29. GANTILAH Wonder icon
  30. barang-barang di tempat tinggal kamu yang mengingatkan kamu padanya. Kalau tinggal berdekatan pindahlah sementara waktu kalau perlu. Singkirkan foto-fotonya. Berhenti mendengarkan lagu-lagu yang pernah kalian senangi. Ciptakan suasana baru dengan membeli CD baru yang nggak ada hubungannya dengan kenangan masa lalu.

  31. GUNAKAN SEMUA KEKUATAN KAMU Spite icon
  32. untuk mempertahankan keputusanmu. Hati kamu mungkin hancur lebur, tapi akhirnya apa yang tampak seperti kekuatan dari luar akan menjadi jalan keluar untuk penyembuhan di dalam diri kamu.

  33. MANJAKAN DIRI KAMU Embarrassment icon
  34. Kamu dipaksa berhenti untuk mikirin orang lain. So, kumpulin aja seluruh tenaga itu untuk diri sendiri.

  35. LAWAN RASA TAKUT Devil icon
  36. Putus secara mendadak seperti dipaksa mengubah kebiasaan dengan tiba-tiba. Biar nggak takut menghadapinya sadari aja kamu mendapat pengalaman baru akibat perubahan itu, yaitu pematangan emosi yang ternyata bisa menguatkan watak.

  37. CARILAH BANTUAN Cop icon
  38. Meskipun kamu udah berusaha sekuat tenaga dan segala upaya untuk menyembuhkan diri and tetep gagal, cobalah untuk berkonsultasi dengan ahlinya (Psikolog juga boleh!). Beberapa hal yang dapat membantu kamu untuk bangkit lagi, adalah menerima saran obyektif dari seorang teman yang pendengar setia, ngobrol dengan teman-teman dan memusatkan perhatian agar sembuh dari sakit hati & kehilangan.

SEMOGA BERHASIL !!!

Read More..

lama kutunggu dirimu:(
@};- setia sabar menantimu
tak lelah jalani hari hariku
bila selalu dengan
mu

mengapa kau pergi
:-SS
siakan rasa sayangku

tak lelah jalani hari hariku
bila selalu denganmu
mengapa kau perg
i:-SS:-SS
siakan rasa sayangku

perih hatiku kau telah dengan yang lain
luka hatiku mungkin tak terobati
:((:((
Hatiku kau buat :( seperti tak hidup lagi
Hampa hidup ini sampai terasa matiiii

perih hatiku kau telah dengan yang lain
luka hatiku mungkin tak terobati
Hatiku kau buat seperti tak hidup lagi
Hampa hidup ini sampai terasa matiiii
:(:((:((

perih hatiku kau telah dengan yang lain
luka hatiku
mungkin tak terobati
Hatiku kau buat seperti tak hidup lagi
:( :( Hampa hidup ini sampai terasa mati !!!!!
sampai terasa mati !!!!

Read More..


Ukuran huruf

SAHABAT ANAK
Dr. Seto Mulyadi, Psi,Msi.

Kedekatannya dengan dunia anak membuat dia begitu dikenal sebagai sahabat dan pendidik anak-anak. Namun, tidak banyak yang tahu kalau peraih The Outstanding Young Person of the World 1987 ini pernah melalui getirnya hidup menjadi pembantu rumah tangga, tukang batu, dan tukang semir sepatu di Blok M.

Seto Mulyadi yang kemudian dikenal sebagai Kak Seto pada awalnya bercita-cita menjadi dokter. Manusia berencana tapi Tuhan yang menentukan. Seto malah mendedikasikan hidupnya demi kemajuan anak-anak.

Pria kelahiran Klaten, Jawa Tengah, 28 Agustus 1951 ini memiliki saudara kembar, dr. Kresna Mulyadi dan seorang kakak yang menjadi anggota ABRI. Ketika masih kecil, Seto termasuk anak nakal dan tidak bisa diam. ''Saya ini bengal,'' katanya.

Akibat kebengalannya, Seto pernah jatuh saat bermain sampai kening kirinya sobek. Untuk menutupi bekas jahitan, potongan rambutnya dibuat ala The Beatles. Sampai dewasa, ketika sudah menjadi Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, Seto Mulyadi tetap setia dengan model rambutnya.


Ilmu Pak Kasur ia gabungkan dengan kemahirannya bermain sulap, yang sudah ia pelajari sejak masih SD, melalui buku. Teknik mendongeng, menurut pengagum Mahatma Gandhi serta Napoleon ini, ia peroleh dari penulis dan penutur cerita anak-anak, Soekanto S.A., ditambah dengan pengalamannya sendiri.

Dengan bonekanya Si Komo berikut lagunya, ia pun makin lekat dengan anak-anak. Dan, ekonominya pun mulai membaik, hingga setelah menggondol gelar sarjana psikologi, Seto mengundurkan diri dari keluarga Soeksmono.

Saat masih duduk di bangku kuliah, 1983, Seto mendapat kepercayaan Ibu Tien Soeharto untuk mengetuai pelaksanaan pembangunan Istana Anak-Anak di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta. Bahkan kelompok bermain Istana Anak-anak di yang dikembangkannya, di luar dugaan, memiliki peminat yang cukup banyak. Kini, pengembangan kelompok bermain yang bernaung di bawah Yayasan Mutiara Indonesia itu sudah menyebar di berbagai cabang di Jakarta dan sekitarnya. Bahkan, sampai di Bandung.

Pada 1987, Seto menikahi Deviana – yang usianya terpaut 20 tahun – gadis yang dicintainya. Tepat pada hari pernikahan, di saat tamu berdatangan, pengantin baru Seto-Devi melaksanakan nazarnya: mendongeng di panti asuhan.

Dengan membaiknya keadaan ekonomi, Seto membeli rumah tinggal di kawasan Cireundeu tetapi tidak ia nikmati sendiri. Sebagian dimanfaatkan untuk sarana bermain anak-anak. Di lahan seluas 2.000 meter persegi itu ada perosotan atau ayunan, ruang kelas, kolam renang mini, laiknya taman kanak-kanak. Semua ruangan didekorasi dengan warna-warna yang ceria dan benar-benar membuat anak-anak merasa di alam fantasi mereka.

Di situlah keempat buah hatinya, Eka Putri Duta Sari, Bimo Dwi Putra Utama, Shelomita Kartika Putri Maharani, dan Nindya Putri Catur Permatasari menikmati masa kecilnya. ''Sebenarnya, tujuan membuat halaman yang luas adalah supaya anak-anak aktif bermain, menikmati alam dengan bebas serta lepas,'' jelasnya, pada kesempatan lain. ''Bila anak-anak terlalu dikekang, akibatnya seperti kuda liar.''

Di dalam keluarga, dia menjadikan anak-anaknya sebagai sahabat dan guru. Hubungannya dengan buah hatinya itu sudah dituangkan dalam buku, 'Anakku, Sahabatku, dan Guruku' (1997). Di buku itu dia menuliskan betapa anak dapat menjadi sahabat dalam berbagi masalah. Anak juga bisa menjadi guru untuk belajar tentang kreativitas, spontanitas, kebebasan berpikir, pemaaf, tidak pendendam, dan mempunyai kasih sayang yang tulus.

Atas pengabdiannya pada dunia anak-anak, yang sampai kapan pun akan terus dilakukannya, Seto telah dianugerahi sejumlah penghargaan. Antara lain Orang Muda Berkarya Indonesia, kategori Pengabdian pada Dunia Anak-anak dari Presiden RI (1987), The Outstanding Young Person of the World, Amsterdam; kategori Contribution to World Peace, dari Jaycess International (1987), Peace Messenger Award, New York, dari Sekjen PBB Javier Perez de Cuellar (1987) dan The Golden Balloon Award, New York; kategori Social Activity dari World Children’s Day Foundation & Unicef (1989). Kemudian, walau tak pernah terlintas dalam benaknya, sejak 1998, Seto dipercaya menjadi Ketua Komnas Perlindungan Anak (KPA).


Seto yang mempunyai motto:

bangsa yang besar adalah bangsa yang mencintai anak-anak ini berharap supaya semua orang menganggap setiap hari adalah hari anak. “Bukan cuma tanggal 23 Juli saja, tapi setiap hari adalah hari untuk anak,” kata Seto. “Sehingga anak-anak Indonesia sekarang, apalagi yang terpinggirkan, bisa memperoleh hak-haknya sehingga mereka bisa tumbuh dan berkembang dengan baik dan menjadi putra-putri bangsa yang terbaik untuk bangsanya,” ujarnya lagi.

Read More..

Child Trafficking di Indonesia

Exploitasi Anak


saya tidak tahu apakah anak didepan saya ini merasa terpaksa atau tidak terpaksa dalam melakukan tugasnya. memulung sampa. dan apakah orang tua dari anak ini tau bahwa ia telah melalaikan tugasnya sebagai orang tua. bukan masalah miskin atau tidak miskin, tapi apakah mereka mendapatkan hak mereka sebagai anak yang harusnya dilindungi dan bukan diexploitasi.

“Anak sekecil itu berkelahi dengan waktu dengan demi satu impian yang kerap ganggu tidurmu anak sekecil itu tak sempat nikmati waktu dipaksa pecahkan karang lemah jarimu tergepal,” (Iwan Fals).

Senyum dan tawa selalu terpancar diwajah anak-anak pada pagi hari. Keceriaan itu bagaikan sebuah pertanda dalam menyambut datangnya pagi. Sejuknya embun dan hangatnya mentari selalu menghiasi indahnya hari serta menjadi pelengkap seragam merah putih yang selalu mereka pakai ke sekolah. Dengan semangatnya, ia berlari kerumah membawa sebuah buku rapor yang merupakan catatan hasil belajarnya di sekolah untuk diberikan kepada orang tuannya. Bukan hanya itu, keceriannya selalu terpancar dari wajahnya yang masih sangat luguh menghiasi hari bermainnya dengan teman sebaya.

Kalimat-kalimat diatas adalah sebuah gambaran kebahagiaan anak-anak kala ia dapat bersekolah dan menikmati hari-harinya untuk bermain dengan teman-temanya. Berbeda halnya dengan anak-anak yang yang tidak bisa bersekolah dan tidak bisa bermain layaknya anak-anak. Hari-hari yang seharusnya dihiasi dengan canda tawa kala ia bermain dengan teman-temannya, kini seakan hilang ditelan oleh waktu.

Sebenarnya, yang ingin penulis bahas dalam tulisan ini, yaitu ” Eksploitasi Terhadap Anak”. Eksploitasi dalam kamus ilmiah berarti pemerasan atau penarikan keuntungan secara tidak wajar. Eksploitasi terhadap anak adalah mempekerjakan seorang anak dengan tujuan ingin meraih keuntungan.


Hanya karena ingin memenuhi kebutuhan hidup, banyak orang tua yang rela mempekerjakan anak-anaknya. Anak-anak yang seharusnya bersekolah dan menikmati masa kecilnya dengan bermain, kini harus turun kejalan menjajahkan koran, meminta-minta di jalan dekat lampu merah dan menjajahkan jualannya disekolah atau perguruan tinggi dengan berbagai alasan dan salah satunya untuk memenuhi kebutuhan hidup. Mungkin problematika yang kerap tejadi terhadap anak-anak seakan tidak tampak dari pandangan .mungkin hanya segelintir orang saja yang sadar akan hal itu. Namun, semua itu terjadi secara perlahan tetapi pasti. memang anak harus belajar mengenai seluk beluk kehidupan dengan berbagai permasalahan di dalamnya agar kelak ia bisa menhadapai tantantangan itu. Akan tetapi, bukan berarti seorang anak yang harus mengantikan peran orang tua untuk mencari nafkah. Seharusnya orang tualah yang harus bertanggungjawab terhadap anak-anaknya.


Realitas yang terjadi sekarang, anaklah yang dipaksa bekerja. setiap waktu yang mereka lalui lebih banyak digunakan untuk mencari uang dari pada bermain layaknya seorang anak. Baik pagi maupun malam lebih banyak mereka nikmati dijalan. Meski panasnya mentari kala terik, dinginnya malam dikala hujan, banyaknya debu dan polusi sudah menjadi santapan sehari-hari, tetapi mereka tidak pernah mengeluh akan hal itu. Meskipun sering kali mereka ingin menikmati bangku sekolah dan bisa bermain menikmati indahnya dunia anak-anak.


Eksploitasi terhadap anak masih kerap terjadi, khususnya anak dibawah umur. Hal ini merupakan konsekuensi logis untuk Negara berkembang, dimana peran-peran sosial tidak mempunyai ruang dalam hal memberikan jaminan kesejahteraan, sehingga dinamika sosial terus melakukan segregasi gerak social yang saling mendominasi. Hal tersebut kemudian yang merubah pandangan terhadap standarisasi kesejahteraan yang beralih dari proses sosial ke proses ekonomi yang menyebabkan teraktualisasikannya teori kapitalisasi segala aspek, tidak terkecuali eksploitasi terhadap anak yang dikarenakan oleh peran media yang merubah tingkat produktifitas ekonomi dalam tinjauan umur. Hal ini terjadi karena banyak faktor, diantaranya karena faktor ekonomi yang memakasa orang tua untuk mempekerjakan anaknya meskipun sebenarnya orang tualah yang bertangung jawab untuk menafkahi anak-anaknya dan menyekolahkan mereka.

Akibatnya, banyak anak yang rela turun kejalan untuk meminta-minta dan rela tidak bersekolah demi orangtua mereka. Bukan hanya itu, bahkan bayak acara TV pun yang ikut andil pada masalah ini. Salah satu contoh yaitu idola cilik yang mungkin sering anda saksikan, dimana anak-anak seakan dipaksa dewasa dengan menyayikan lagu orang dewasa atau acara TV pada saat memperingati hari anak nasional, dimana anak-anak banyak disuguhi dengan lagu orang dewasa.. Banyak permainan tradisional yang seakan punah akibat perkembangan teknologi. Anak-anak yang dulunya sering bermain, kini menjadi tulang punggung keluarga. Semua orang memang sangat membutuhkan yang namannya uang tapi apakah kita sebagai orang tua/orang yang terdidik rela melihat anak/saudara-saudara kita yang rela meninggalkan kebahagiannya sebagai seorang anak yang selayaknya bertindak dan berprilaku sesuai perannya sebagai seorang anak., dimana mereka seharusnya bermain bukan mencari uang.


Hal ini seharusnya menjadi pelajaran bagi kita semua khususnya pemerintah jangan cuma memperingati hari anak nasional yang jatuh pada 22 juli dengan seremonial yang mungkin memakan biaya yang cukup banyak tapi mari kita merenung dan menatap kebelakang bagaimana kondisi generasi penerus bangsa. Semua orang pasti menggiginkan yang terbaik untuk anak-anaknya. Oleh karena itu, berikanlah yang terbaik untuk mereka. Jangan biarkan mereka kepanasan ditengah teriknya sang mentari yang dihiasi dengan gumbalan asap kendaraan, tetapi biarkanlah mereka dengan dunianya sendiri, dunia yang penuh dengan keceriaan dan beraneka macam permainan. Biarkan mereka dengan sejuta mimpinya untuk menatap hari esok yang lebih baik.

Stop Exploitasi Anak

Trafficking wanita dan anak-anak merupakan bentuk perbudakan moderen. Tiap tahun, ribuan wanita dan anak-anak dikirim dari satu negara ke negara lain, seringkali dari Timur ke Barat Eropa dan merupakan bagian dari kegiatan perdagangan manusia. Sementara tujuan utamanya adalah eksploitasi seksual, hal ini juga menjadi sumber tenaga kerja ilegal. Trafficking mewakili bentuk buruk kekerasan seksual yang tidak sesuai dengan prinsip kesetaraan jender. Wanita dan anak-anak yang hidup dalam kesulitan karena kemiskinan rentan terhadap kejahatan ini, yang seringkali dimotivasi oleh uang dan dalam banyak kasus melibatkan kejahatan kriminal yang terorganisir. Trafficking manusia merupakan salah satu bentuk serius kejahatan terorganisir dan melibatkan pelanggaran hak asasi manusia.

Kerja Paksa Seks & Eksploitasi seks – baik di luar negeri maupun di wilayah Indonesia. Dalam banyak kasus, perempuan dan anak-anak dijanjikan bekerja sebagai buruh migran, PRT, pekerja restoran, penjaga toko, atau pekerjaan-pekerjaan tanpa keahlian tetapi kemudian dipaksa bekerja pada industri seks saat mereka tiba di daerah tujuan. Dalam kasus lain, berapa perempuan tahu bahwa mereka akan memasuki industri seks tetapi mereka ditipu dengan kondisi-kondisi kerja dan mereka dikekang di bawah paksaan dan tidak diperbolehkan menolak bekerja.

Beberapa Bentuk Buruh/Pekerja Anak – terutama di Indonesia. Beberapa (tidak semua) anak yang berada di jalanan untuk mengemis, mencari ikan di lepas pantai seperti jermal, dan bekerja di perkebunan telah ditrafik ke dalam situasi yang mereka hadapi saat ini.

Trafiking di Indonesia merupakan masalah yang sangat kompleks. Anak-anak yang ditrafiking bekerja dengan jam kerja relatif panjang dan rawan kekerasan fisik, mental, dan seksual. Mereka tidak mempunyai dukungan atau perlindungan minimal dari pihak luar. Kesehatan mereka juga terancam oleh infeksi seksual, perdagangan alkohol dan obat-obatan terlarang.

Perdagangan anak, Child Trafficking di Indonesia telah mendapat perhatian dari berbagai kalangan, antara lain kita temukan dari beberapa literatur hasil penelitian Irwanto, Ph.D, Psikolog Universitas Atmajaya, Fentiny Nugroho dan Johanna Debora Imelda, yang melakukan penelitian pada tahun 2001 di empat lokasi – Pulau Bali, Jakarta, Medan, dan Pulau Batam tentang perdagangan anak yang bertujuan antara lain : menggambarkan kebijakan-kebijakan nasional yang relevan dengan masalah perdagangan anak, dan menjelaskan gejala-gejala yang dijumpai dalam perdagangan anak di Indonesia terutama Jakarta, Medan, Bali, dan Batam.

Penelitian tentang anak yang dilacurkan yang dilakukan oleh Universitas Atmajaya dan Yayasan Kusuma Buana menyimpulkan bahwa faktor pendorong anak terlibat dalam perdagangan anak – dilacurkan, antara lain disebabkan oleh kemiskinan ; utang-piutang; riwayat pelacuran dalam keluarga; permisif dan rendahnya kontrol sosial; rasionalisasi; dan stigmatisasi. Penelitian dengan pendekatan kualitatif dilakukan di Jakarta dan Indramayu dengan informan yang terdiri anak – PSK, orang tua anak, konsumen, calo (kecil dan besar), broker, germo, dan petugas desa. Hasil penelitian ini dipublikasikan dalam buku ”Ketika Anak Tak Bisa Lagi Memilih: Fenomena Anak Yang Dilacurkan di Indonesia,” yang diterbitkan oleh ILO tahun 2002 (Andri (ed), 2002:95:101).

Faktor Eksploitasi Terhadap Anak
Anak-anak tidak hanya berada dalam situasi lingkungan yang buruk, tetapi mereka pun dipandang tidak sesuai jika diukur dari hak-hak anak. Orang tua masih memandang bahwa perempuan hanya berada di wilayah domestik. Anak perempuan tidak perlu bersekolah tinggi, karena pada akhirnya hanya kembali ke rumah, ke dapur, sumur, dan kasur melayani suami. Akibatnya angka putus sekolah tinggi. Anak perempuan kemudian menjadi TKW, pelacur, pelayan café, atau PRT.
Berdasarkan uraian tersebut terjadi eksploitasi terhadap anak oleh orang tua yang ditandai dengan:
a. Perempuan berada di wilayah domestik sehingga tidak perlu bersekolah tinggi.
b. Anak adalah aset keluarga.
c. Menjadikan anak sebagai pelacur tidak dipahami sebagai kejahatan: tidak ada contoh kasus orang tua diadili karena melacurkan anaknya.
d. Kebiasaan melacurkan anaknya

Faktor Permintaan akan Pelacur
Luruh duit tidak semata-mata disebabkan oleh faktor-faktor pendorong, tetapi juga karena faktor permintaan pelacur. Permintaan pelacur merupakan kebutuhan untuk mengisi industri seks yang cenderung menjadikan anak-anak sebagai sasaran utama. Luruh duit dimungkinkankarena adanya peran calo dan germo ini. Jaringan kerja calo dan germo di YY sebagai desa pemasok pelacuran tergambarkan berikut ini.

Read More..